Minggu, 03 Mei 2020

TUGAS PEMERIKSAAN TIBC DAN FERRITININ


TUGAS HEMATOLOGI III
“PEMERIKSAAN TIBC DAN FERRITININ”


            NAMA                        : ADHA NIAR
            NIM                            : 18 3145 353 121
            KELAS                       : 2018 C




PROGRAM STUDI DIV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
FAKULTAS FAMASI,TEKNOLOGI RUMAH SAKIT DAN INFORMATIKA
UNIVERSITAS MEGA REZKY
MAKASSAR
                                                              2020



A.PEMERIKSAAN TIBC
Pemeriksaan TIBC adalah tes untuk  mengukur jumlah total besi yang terikat oleh protein transferin dalam darah. Tes TIBC adalah pengukuran tidak langsung dari ketersediaan transferin.
1. PraAnalitik
a. Persiapan pasien: Menghentik dan terapi oral Fe sedikitnya 12 jam sebelum pengambilan darah.
b. Persiapan sampel: Hindari terjadinya hemolisis.
c. Metode: Saturasi
d. Prinsip: TIBC dievaluasi setelah saturasi transferin oleh larutan besi dan kelebihan besi akan diabsorpsi oleh magnesium hydroxide carbonate. Setelah dicentrifuge, konsentrasi besi dalam supernatant diukur.
e.Alat dan bahan
1) Alat:
a) Sendok tanduk
b) Centrifuge
c) Tabung reaksi
d) Stopwatch
e) Spektrofotometer
2) Bahan: 
a)Sampel serum plasma heparin
b) Reagen R1 (Iron Saturating Solution 500 ug/dl)
c) Reagen R2 (magnesium hydroxide carbonate 100 mg)
d) Larutankromogen (25 mg ferrozine dalam 100 ml sodium acetate 1,5mol/l)
e) Protein presipitant (45 ml HCL 1 mol/l + 5 ml larutan trichloracetic acid 6,1 mol/l + 200 mg ascorbic acid)
f)  Larutanstandar (200 ul HCL 2 mol/l dalam 22,1 ml deionized water + 100 ul larutan standar besi (1000 ug Fe/ml dalam 1% HCL)
g) Iron free water                              
2.Analitik
Prosedur Kerja:
a. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b. Dimasukan 1 ml reagen R1.
c. Ditambahkan 0,5 ml sampel.
d. Ditambahkan 1 sendok takar reagen R2.
e. Dinkubasi selama 20 menit, sekali-sekali dikocok.
f. Dicentrifuse dengan kecepatan 3000 rpm selama 10 menit.
g. Diambil supernatan.
h. Diperiksa supernatant dengan perbandingan 1:3 (1 bagian supernatant dan 3 bagian reagen).
i. Dimasukan 0,5 ml larutan kromogen dan 0,5 ml supernatant pada tabung 1
j. Dimasukan 0,5 ml larutan kromogen dan 0,5 ml larutan standar ditambah protein presipitant pada tabung 2.
k. Dimasukan 0,5 ml larutan kromogen dan 0,5 ml iron free water ditambah protein presipitant pada tabung 3.
l.   Diinkubasi selama 10 menit.
m. Dibaca absorbans menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 562 nm.
3.PascaAnalitik
Nilai normal:
Wanita   : 2,1-3,4 mg/l (37,6-60,9 umol/l)
Pria       : 2,6-3,9 mg/l (46,5-69,8 umol/l)

B.PEMERIKSAAN FERRITIN
Feritin merupakan protein yang berperan penting dalam penyimpanan zat besi dalam tubuh dan dapat menggambarkan kondisi simpanannya dalam jaringan. Kadar serum feritin yang rendah menunjukkan orang tersebut dalam kondisi anemia gizi.
1.PraAnalitik
a. Persiapan pasien: Tidak mengonsumsi suplemen zat besi 24 jam sebelum pengambilan darah.
b. Persiapan sampel: Bahan darah beku setelah dibiarkan membeku selama 20 menit  pada suhu ruangan, dilakukan sentrifugasi dengan kecepatan 3000 rpm selama 20 menit, serum dipisahkan dan dimasukkan kedalam  tabung plastik (aliquot) 1 ml. 
c. Metode: Electro chemilumine scence Immunoassay (ECLIA)
d. Prinsip: Terbentuknya suatu reaksi kimia atau suatu kompleks cahaya. Kompleks antigen antibody berdasarkan prinsip sandwich dan kompetitif. Kompetitif dipakai untuk menganalisis substrat yang mempunyai berat molekul yang kecil. Sedangkan prinsip sandwich digunakan untuk substrat dengan berat molekul yang besar. Reaksi electro chemilumine scent terjadi pada saat label telah terikat dan misi cahaya akan dihitung melalui tabung fotomultiplier.
e.  Alatdanbahan       
1) Alat
a)Centrifuge
b) Tabungreaksi
c)  Cell pengukur
d)  Procell
e)  Photomultiplier
2) Bahan:
a) Sampel darah serum
b) Antibodi spesifik feritin  monoclonal biotinylasi
c) Antibody spesifik feritin
d) Reagen Barcode




2. Analitik
Prosedur Kerja:
a. Dimasukan 10 ul sampel, antibody spesifik feritin  monoclonal biotinylasi, dan antibody spesifik feritin yang dilabel dengan komplek ruthenium membentuk kompleks sandwich kemudian diinkubasi.
b.Setelah ditambahkan mikropartikel yang dilapisi streptavidin, komplek yang terbentuk berikatan dengan fase solid melalui interaksi biotin dengan streptavidin.
c. Campuran reaksi diaspirasi dalam cell pengukur dimana mikropartikel secara magnetic ditangkap pada permukaan elektroda.
d. Substansi yang tidak berikatan dibuang melalui Procell.
e.Aplikasi voltase (tegangan) pada elektroda kemudian menginduksi emisi chemilumin escent yang diukur oleh photomultiplier.
f. Hasil ditetapkan melalui kurva kalibrasi yang merupakan instrument yang dihasilkan secara khusus oleh kalibrasi 2 titikdan master kurva dihasilkan melalui reagen barcode. 
3. PascaAnalitik
Nilai Normal:
a.Pria                     : 18-270 mcg/L.
b. Wanita                 : 18-160 mcg/L.
c. Anak-anak            : 7-140 mcg/L.
d.Bayi 1-5 bulan      : 50-200 mcg/L.
e. Bayibarulahir      : 25-200 mcg/L.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar