“LAPORAN
PRAKTIKUM HEMATOLOGI III
“PEMERIKSAAN
TES DARAH RUTIN MENGGUNAKAN METODE AUTOMATIC
”

NAMA : ADHA NIAR
NIM :
18 3145 353 121
KELAS : 2018 C
PROGRAM
STUDI DIV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
FAKULTAS
FAMASI,TEKNOLOGI RUMAH SAKIT DAN INFORMATIKA
UNIVERSITAS
MEGA REZKY
MAKASSAR
2019
LEMBAR
PENGESAHAN
Judul
Praktikum : Pemeriksaan darah rutin menggunsksn
metode automatic
Nama
: Adha Niar
NIM
: 18 3145 353 121
Hari/tanggal : Selasa, 14 April 2020
Penilaian :
Makassar,
28 April 2020
Dosen
Pembimbing Praktikan
Arlitha DekaYana,
S.Si.,M.Kes Adha Niar .
NIDN: 09 3012 87 02 Nim:18 3145 353 121
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Darah merupakan komponen esensial makhluk hidup,
mulai dari binatang primitive sampai manusia, dalam keadaan fisiologik darah
selalu berada dalam pembuluh darah sehingga dapat menjalankan fungsinya sebagai
pembawa oksigen (oxygen carrier) ; mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi
dan mekanisme hemostasis darah. (Made, 2017)
Darah adalah suatu subtansi cair yang terus-menerus
beredar berfungsi menyediakan nutrisi, oksigen dan pertukaran racun pada tubuh.
Darah sebagian besar terdiri atas cairan dengan berbagai sel dan protein yang
tersubstansi didalamnya sehingga darah lebih kental dan air murni. Sekitar dari
volume darah terdiri dari sel darah merah, yang membawa oksigen ke jaringan.
(Nadila dkk, 2013)
Pemeriksaan hemetologi merupakan salah satu
pemeriksaan yang dapat dipakai sebagai penunjang diagnosis berkaitan dengan
terapi dan prognosis. Untuk mendapatkan diagnosis tepat siperlukan hasil yang
teliti dan cepat. Dalam perkembangannya, berbagai tes laboratorik untuk
diagnosis mengalami perbaikan dan kemajuan dalam menunjang pelayanan kesehatan
yang efisien, teliti dan cepat, dimana salah satunya ialah tes laju endap
darah. (Ni Wayan dkk, 2014)
Pemeriksaan darah rutin lengkap merupakan
pemeriksaan yang sering diminta oleh klinisi karena dengan melakukan
pemeriksaan darah lengkap rutin dapat terdiagnosis beberapa penyakit kelainan
darah dan dapat ditentukan arah pemeriksaan lebih lanjut dari penderita
tersebut. Pemeriksaan darah rutin antara lain adalah uji kadar hemoglobin,
jumlah eritrosit, leukosit, trombosit, nilai hematokrit, laju endap darah
disingkat LED dan menentukan indeks eritrosit. (Satya dk, 2016)
Automatic
hematology analyzer sebagai salah satu jalan yang bisa ditempuh
untuk memaksimalkan pemeriksaan tanpa tergantung pada tenaga ahli diciptakan
suatu alat yang bisa dioperasikan secara sederhana dengan kata lain automatic hematology analyzer dirancang
untuk tenaga ahli yang tanpa membutuhkan keterampilan khusus. Alat automatic hematology analyzer dirancang
sebagai alat yang memiliki akurasi hasil yang mudah dievaluasi karena akurasi
dan persisnya bisa dikontrol, jumlah sel yang dihitung lebih banyak dan
pembacaan sampel pemeriksaan hanya memerlukan waktu yang singkat sampai pada
hasil yang diinginkan. (Satya dk, 2016)
Oleh karena itu dilakukan pemeriksaan darah rutin
menggunakan metode automatic yaitu untuk mengetahui normal atau tidaknya dan
penggunaan metode automatic lebih cepat dan tepat.
B.
Tujuan Praktikum
Untuk mengetahui cara
pemeriksaan darah rutin menggunakan alat automatic.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Darah
adalah jaringan tubuh yang berbeda dengan jaringan tubuh lain, berada dalam
konsistensi cair, beredar dalam suatu sistem tertutup yang dinamakan sebagai
pembuluh darah dan berfungsi sebagai sarana transpor, alat homeostasis dan alat
pertahanan. Darah dibagi menjadi dua bagian yaitu sel darah dan cairan darah.
Sel darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (lekosit)
dan keping sel (trombosit). Cairan darah yang terpisah dari sel darah yaitu
plasma atau serum, (Dewi dkk, 2017)
Darah merupakan salah
satu komponen paling penting yang ada dalam tubuh, mengingat fungsinya sebagai
alat transportasi. Kekurangan darah di dalam tubuh dapat memacu sejumlah
penyakit dimulai dari anemia, hipotensi, serangan jantung, dan beberapa
penyakit lainnya. (Swastini D.A dkk, 2016)
Komponen darah manusia
secara terinci terdiri atas:
1. Sel-sel
darah , meliputi:
a. Eritrosit
(sel darah merah)
b. Leukosit
(sel darah putih
c. Trombosit
(keeping darah)
Plasma darah, merupakan
komponen cairan yang mejngandung berbagai nutrisi maupun subtansi penting
lainnya yang diperlukan oleh tubuh manusia, antara lain protein albumin,
globulin, factor-faktor pembekuan darah, dan berbagai macam elektolit natrium
(Na+), kalium (K+), klorida (Cl-), magnesium
(Mg+), hormone, dan sebagainya, (Novi, 2018)
Serum merupakan cairan
darah yang berwarna kuning. Didalam serum terdapat dua protein yaitu albumin
dan globullin. Antibodi berada di dalam serum dikarenakan Antibodi golongan
darah merupakan protein globulin, yang bertanggung jawab sebagai kekebalan
tubuh alamiah untuk melawan antigen asing. Komposisi serum sama dengan plasma
yaitu 91% air, 8% protein, dan 0,9% mineral. Akan tetapi didalam serum tidak
ada faktor pembekuan (fibrinogen). Dikarenakan serum tidak diberi anti
koagulan, fibrinogen dapat diubah menjadi benang – benang fibrin sehingga
terjadi pembekuan darah. Dimana antikoagulan ini mengikat kalsium sebagai
faktor pembekuan sehingga fibrinogen tidak di ubah menjadi benang – benang
fibrin. (Oktari Anita dkk, 2016)
Sel darah merah atau
eritrosit merupakan sel darah dengan jumlah yang paling banyak dengan tubuh
manusia. fungsi utama eritrosit adalah mengangkut oksigen dan mengangkut
oksigen dan mengantarkannya ke sel-sel tubuh. Hitung jumlah eritrosit merupakan
salah satu parameter hematologi yang ditentukan guna membantu menegakkan
diagnosis, menunjang diagnosis, membuat diagnosis banding, memantau perjalanan
penyakit, menilai beratnya sakit dan menentukan prognosis. (Neni dkk, 2017)
Pada metode otomatis,
pengukuran hitung jumlah eritrosit (Red
Blood Cell/RBC) menggunakan prinsip impedansi. Sel dihitung dan diukur
berdasarkan pada pengukuran perubahan hambatan listrik yang dihasilkan oleh
sebuah partikel, dalam hal ini adalah sel darah yang disuspensikan dalam
pengencer konduktif saat melewati celah dimensi. Sel-sel darah yang melewati
celah dengan elektroda di kedua sisinya mengalami perubahan impedansi yang
menghasilkan getaran listrik yang terukur sesuai dengan volume atau ukuran sel.
Amplitude setiap getaran sebanding dengan volume setiap partikel. Setiap
getaran diperkuat dan dibandingkan dengan saluran tegangan acuan internal, yang
hanya menerima getaran dari amplitude tertentu. Jika getaran range RBC, maka dihitung sebagai RBC. Prinsip pengukuran jumlah sel ini tergantung pada ukuran sel,
luas permukaan, dan adanya granula-granula didalam sel. Hati hitung jumlah
eritrosit yang palsu dapat diakibatkan karena adanya pengkrutan sel eritrosit
yang dapat terbaca sebagai trombosit pada alat Hematology Analyer (Mindray BC-3200 Operator’s Manual, dilakukan
sebagai uji konfirmasi hitung jumlah eritrosit. (Neni dkk, 2017)
Metode otomatis
menggunakan Hematology Analyzer dapat digunakan untuk pemeriksaan rutin hitung
jumlah eritrosit dengan tujuan agar memperoleh hasil yang cepat dan akurat.
Namun metode ini dapat memberikan hasil palsu pada keadaan sel yang abnormal.
Hasil yang abnormal pada hitung jumlah eritrosit dapat disebabkan oleh adanya cryoglobulins, lipid, agglutinin, dan
adanya peningkatan jumlah sel leukosit. Kesalahan perbandingan antara
antikoagulan dengan volume darah dapat menyebabkan peruahan ukuran eritrosit.
Konsentrasi EDTA yang tinggi menyebabkan eritrosit menyusut karena
hipertonisitas plasma. (Neni dkk, 2017)
Pemeriksaan darah rutin
lengkap merupakan pemeriksaan yang sering diminta oleh klinisi karena dengan
melakukan pemeriksaan darah lengkap rutin dapat terdiagnosis beberapa penyakit
kelainan darah dan dapat ditentukan arah pemeriksaan lebih lanjut dari
penderita tersebut. Pemeriksaan darah rutin antara lain adalah uji kadar
hemoglobin, jumlah eritrosit, leukosit, trombosit, nilai hematokrit, laju endap
darah disingkat LED dan menentukan indeks eritrosit. (Satya dk, 2016)
Menghitung sel-sel
darah dari ketiga jenis sel darah leukosit, eritrosit, dan trombosit dihitung
jumlahnya persatuan volume darah. Upaya itu biasanya dilakukan dengan
menggunakan alat hitung elektronik. Pada dasarnya alat semacam itu yang
lazimnya dipakai bersama alat pengencer otomatik memberi hasil yang sangat
teliti dan tepat. Harga alat penghitung elektronik mahal dan mengharuskan
pemakaian dan pemeliharaan yang sangat cermat. (Satya dk, 2016)
Pemeriksaan hitung
jumlah leukosit merupakan pemeriksaan darah rutin yang dilakukan dilaboratorium
klinik. Karena seringnya permintaan pemeriksaan hitung jumlah leukosit, untuk
menghitung leukosit secara manual akan memakan waktu yang cukup lama dan kurang
cepat, maka dilakukan pemeriksaan hitung jumlah leukosit secara automatic yang
mana alat ini menggunakan aliran listrik dangan prinsip impedansi. Walaupun
harga mesin autometik cukup mahal, namun alat ini mampu memeriksa dengan cepat,
tepat dan mudah. (Satya dk, 2016)
Automatic
hematology analyzer sebagai salah satu jalan yang bisa
ditempuh untuk memaksimalkan pemeriksaan tanpa tergantung pada tenaga ahli
diciptakan suatu alat yang bisa dioperasikan secara sederhana dengan kata lain automatic hematology analyzer dirancang
untuk tenaga ahli yang tanpa membutuhkan keterampilan khusus. Alat automatic hematology analyzer dirancang
sebagai alat yang memiliki akurasi hasil yang mudah dievaluasi karena akurasi
dan persisnya bisa dikontrol, jumlah sel yang dihitung lebih banyak dan
pembacaan sampel pemeriksaan hanya memerlukan waktu yang singkat sampai pada
hasil yang diinginkan. (Satya dk, 2016)
Hemoglobin atau sering
diangkat dengan Hb merupakan salah satu dari sekian banyak tolak ukur.
Hemoglobin adalah suatu protein yang berada didalam darah yang berfungsi
sebagai pengangkut oksigen, jadi nantinya oksigen yang dihirup akan masuk
keparu-paru nantinya akan diangkut lagi oleh hemoglobin didalam darah untuk
didistribusikan ke otak, jantung, ginjal, otot, tulang, dan seluruh organ
tubuh. Orang-orang yang tidak pernah atau jarang mengomsumsi vitamin dan
mineral, ibu hamil, orang yang mengalami perdarahan akibat terluka, terkena
infeksi kronis seperti TBC, tumor, gangguan hati, dan gangguan kesehatan
lainnya, bisa saja terjadi penurunan kadar Hb. Raut wajah akan terlihat pucat
dan kuyu. Tubuh pun menjadi lemas, tidak bertenaga dan mudah lelah. (Eko, 2008)
Eritrosit atau sering
disebut sel darah merah, adalah bagian darah dengan komposisi terbanyak didalam
darah. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat metabolisme makanan untuk dapat
menghasilkan energy serta mengangkut O2 (oksigen) dan CO2
(karbon dioksida). Pada penyakit-penyakit kronis seperti penyakit hati, anemi,
dan leukemia bisa ditemui penurunan jumlah sel darah merah. Pada pemeriksaan
lanjutan, biasanya laboratoeium akan melampirkan nilai-nilai seperti MCV dan
MCHC. (Eko, 2008)
MC (mean corpuscular) adalah jenis pemeriksaan untuk menilai kadar
eritrosit rata-rata. Pemeriksaan ini biasanya dijadikan indicator untuk melihat
kadar anemia seseorang. MCV atau mean corpuscular
volume digunakan untuk mengukur indeks volume eritrosit dalam darah.MCH
atau mean corpuscular hemoglobin untuk
mengukur indeks warna pada eritrosit dalam darah.adapun MCH atau mean corpuscular hemoglobin concentration untuk
mengukur indeks saturasi eritrosit dalam darah. (Eko, 2008)
Leukosit disebut juga
sel darah putih walaupun sebenarnya eritrosit tidak berwarna allas bening.di
dalam sel darah putih terkandung unsur unsur darah seperti basofil,eosinofil,neutrofil,limfosit,dan
monosit.Keadaan di mana leukosit meninggi disebut leukositosis biasa muncul
pada darah setelah menjalani latihan olahraga yang berat,terkena infeksi kronis
(tifus,cacingan, TBC,dan lain lain ), atau sehabis terkena luka bakar yang
luas. (Eko, 2008)
Hematokrit atau biasa
disingkat Ht merupakan perbandingan antara proporsi volume sampel darah anda
dengan sel darah merah (eritrosit) yang diukur dalam satuan milliliter per
desiliter dari darah keseluruhan, bisa juga dinyatakan dalam persen.jadi,
pengukuranini bisa dihubungkan dengan tingkat kekentalan darah anda. Semakin
tinggi presentasenya maka semakin kental darah anda. Sebaliknya, jika semakin
rendah persentasenya, maka semakin encer darah anda. Bersama dengan kadar
hemoglobin, kadar hematokrit biasanya dikaitkan dengan derajat anemia yang anda
derita. (Eko, 2008)
Pada penderita DBD,
terjadi penurunan kadar trombosit dalam darah secara signifikan. Trombosit yang
menurun menyebabkan terjadinya pendarahan pada kulit karena trombosit berfungsi
sebagai salah satu zat pembeku darah. Tidak semua trombosit yang rendah lantas
dikaitkan demgan DBD. Rendahnya trombosit juga bisa merupakan kelainan bawaan.
Hal ini terjadi karena produksi trombosit seseorang memang sangat rendah. (Eko,
2008)
Trombosit yang rendah
menimbulkan gangguan pada system pembekuan darah. Oleh karena itu, pada
penderita demam berdarah (DBD) dengan kadar trombosit rendah akan mempermudah
munculnya titik-titik perdarahan pada kulit, hidung, bahkan otak. Trombosit
yang meninggi sering terjadi pada leukimia (kanker sel darah putih), polistemiavera
(kadar sel darah merah yang meninggi), penyebaran tumor ganas,
penyakit-penyakit vaskuler seperti lupus (gangguan system imun atau kekebalan
tubuh), setelah operasi pembedahan, perdarahan, dan pada orang yang baru
berhenti minum alcohol. (Eko, 2008)
Lanjut endap darah
(LED) pemeriksaan darah ini ditujukan untuk melihat kecepatan darah dalam membentuk
endapan. Sekian cc darah anda akan dimasukkan kedalam satu tabung pengukuran
dan dinilai pada beberapa milliliter pengendapan itu muncul. Laju endap darah
dilakukan untuk menilai beberapa kecepatan eritrosit atau sel darah sel darah
merah bisa mengendap dalam tabung pengukuran yang diukur selama 1 jam.
Pemeriksaan laju endap darah sangat berguna untuk mendeteksi adanya suatu
peradangan dan bahkan perjalanan atau suatu penyakit. Jika anda sering
didiagnosis penyakit lupus oleh dokter, biasanya akan ditemui laju endap darah
yang tinggi. (Eko, 2008)
Pemeriksaan Laju Endap
Darah (LED) merupakan salah satu pemeriksaan darah rutin yang sering dilakukan
dilaboratorium. Pemeriksaan darah rutin lainnya adalah jumlah eritrosit, kadar
hemoglobin (Hb), hematokrit, index eritrosit, jumlah leukosit, hutung jenis
leukosit (Differential Counting), jumlah trombosit, dan gambaran darah tepi,
jumlah trombosit, hematokrit, index eritrosit, dan hitung trombosit. (Ni Wayan
dkk, 2014)
BAB III
METODE
PRAKTIKUM
A.
Waktu
dan Tempat
1. Waktu
Adapun
waktu dilakukannya praktikum pemeriksaan darah rutin yaitu:
Hari : Selasa
Tanggal : 21 April 2020
Waktu : 10.00-12.00
WITA
2. Tempat
Adapun tempat
dilakukannya praktikum ini yaitu di Laboratorium Kimia DIV Teknologi Laboratorium
Medis Lantai 1 Gedung D Universitas Mega Rezky Makassar.
B. Pra Analitik
Persiapan
pasien : tidak memerlukan persiapan khusus
Persiapan
sampel :
1. Sampel
EDTA sebaiknya tes dilakukan selambatnya 2 jam
2. Sampel
dapat disimpan 24 jam didalam kulkas dengan suhu 4oC
3. Anamnesis
perlu diperhatikan riwayat perdarahan, obat yang diminum, dan transfusi darah
4. Prinsip
Kerja : Hematology Analyzer bekerja dengan prinsip flow cytometer. Ribuan sel
dialirkan melalui celah tersebut sehingga sel dapat lewat satu per satu,
kemudian dilakukan perhitungan jumlah sel dan ukurannya.
Alat dan Bahan
1. Alat
:
a. Tabung
reaksi
b. Alat
Automatik Hematology analyzer
2. Bahan
:
a. Sampel
darah EDTA
b. Reagen
:
1) Reagen
diluen digunakan pada proses perhitung sel darah dan hitung jenis sel.
2) Reagen
cleaner bilyse digunakan untuk melisiskan sel-sel darah dan menentukan
konsentrasi HB.
3) Reagen
cleaner digunakan sebagai bahan pembersih.
C. Prosedur Kerja
1. Disiapkan
alat dan bahan yang akan digunakan
2. Dibersihkan
area kulit yang akan dilakukan pengambilan darah dengan kapas alcohol atau
larutan antiseptic
3. Dipasang
tourniquet 3-5 cm diatas area penusukan
4. Dilakukan
penusukan atau memasukkan jarum kedalam pembuluh darah vena
5. Dimasukkan
darah kedalam tabung EDTA dan homogenkan
6. Dihubungkan
kabel power ke stabilisator
7. Dihidupkan
alat hematology analyzer dengan menekan power on/off, secara otomatis alat akan
melakukan self check dan background check
8. Dipastikan
alat dalam posisi ready dan memeriksa sampel darah kembali untuk memastikan
darah sudah homogen dengan antikoagulan
9. Ditekan
tombol whole blood “WB” pada layar
10. Ditekan
tombol ID untuk memastikan no sampel, lalu menekan tombol enter
11. Ditekan
bagian atas dari tempat sampel yang berwarna ungu untuk membuka dan sampel
diletakkan dalam adaptor
12. Ditutup
sampel lalu menekan tombol “RUN” secara otomatis hasil pemeriksaan muncul pada
layar
13. Dibaca
dan dicatat hasil pemeriksaan
D.
Pasca
Analitik
1. Hemoglobin
(Hb)
Pria dewasa : 14-18 gr/dl
Wanita dewas : 12-16 gr/dl
Anak-anak : 12-24 gr/dl
2. Hematokrit
(Ht)
Pria dewasa : 40-48%
Wanita dewasa : 37-43%
3. Leukosit : 4.500-10.000 sel/mm3
4. Eritrosit
Pria dewasa : 4,5-6,2 juta/mm3
Wanita dewasa : 4,0-5,5 juta/mm3
5. Trombosit : 150.000-400.000 sel/mm3
6. LED
(Laju Endap Darah)
Pria : ˂15 mm/jam
Wanita : <20 mm/jam
BAB
IV
PEMBAHASAN
Pada praktikum
Hematologi III dilakukan pemeriksaan darah rutin menggynakan metode automatic dilaboratorium
kimia gedung D Universitas Mega Rezky Makassar pada hari sabtu pukul 10.00-12.00
WITA.
Pemeriksaan darah rutin
lengkap merupakan pemeriksaan yang sering diminta oleh klinisi karena dengan
melakukan pemeriksaan darah lengkap rutin dapat terdiagnosis beberapa penyakit
kelainan darah dan dapat ditentukan arah pemeriksaan lebih lanjut dari
penderita tersebut. Pemeriksaan darah rutin antara lain adalah uji kadar
hemoglobin, jumlah eritrosit, leukosit, trombosit, nilai hematokrit, laju endap
darah disingkat LED dan menentukan indeks eritrosit.
Automatic
hematology analyzer sebagai salah satu jalan yang bisa
ditempuh untuk memaksimalkan pemeriksaan tanpa tergantung pada tenaga ahli
diciptakan suatu alat yang bisa dioperasikan secara sederhana dengan kata lain automatic hematology analyzer dirancang
untuk tenaga ahli yang tanpa membutuhkan keterampilan khusus. Alat automatic hematology analyzer dirancang
sebagai alat yang memiliki akurasi hasil yang mudah dievaluasi karena akurasi
dan persisnya bisa dikontrol, jumlah sel yang dihitung lebih banyak dan
pembacaan sampel pemeriksaan hanya memerlukan waktu yang singkat sampai pada
hasil yang diinginkan.
Dinyalakan
alat kemudian diambil darah vena yang ada pada tabung EDTA kemudian ditekan test
pada layar alat, kemudian di buka penutup tabung EDTA setelah itu dimasukkan
masukkan tabung lalu tekan tombol hijau.
Kasus
pertama hemoglobin (HGB) 14,8 g/dl normal sedangkan RBC (Eritrosi) 5,13 10˄6/uL
normal, hematokrit (HCT) 42,5% normal sedangkan pada MCV,MCH dan MCHC normal,
pada tes ini tidak ada kelainan pada eritrosit.
Kemudian
pada leukosit (WBC) yaitu 10.0normal atau tidak ada kelainan, kemudian pada
NEUT%, MXD%, NEUT# dan MXD# 0.00% terdapat kesalahan karena tidak ada proses
diskriminasi pada saat pengukuran. Pada alat ini mengalami kebingungan mengukur
hitung jenis leukosit karena sel-sel tidak bisa dibedakan, jadi perlu yang
namanya diskriminasi dengan melakukan diskriminasi secara manual, pada LYMPH# 38%. PLT (trombosit) 59 10˄3/uL berarti dibawah normal
menandakan pasien megalami trombositopenia kemungkinan kasus ini bisa terjadi
karena trombositopenia murni atau trombositopenia karena DBD. Salah satu
penanda DBD yaitu terjadinya hemokonsntrasi dengan meningkatnya hematokrit dan
hemoglobin.
Trombositopenia adalah kondisi saat jumlah keping darah (trombosit) rendah, di bawah nilai normal. Trombosit
berperan untuk menghentikan perdarahan saat terjadi luka atau kerusakan di
pembuluh darah. Kurangnya jumlah trombosit dapat menyebabkan darah sulit
membeku. Trombositopenia
dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti demam berdarah, ITP, anemia
aplastik, dan leukemia; atau akibat efek samping radioterapi dan kemoterapi.
Bila jumlah trombosit turun tidak terlalu rendah atau masih di atas 50.000,
umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus untuk menaikkan jumlah trombosit.
Keuntungan menggunakan
metode automatic yaitu waktu pemeriksaan cepat, dapat menhemat waktu,
pengoprasiannya mudah, mengeluarkan beberapa hasil parameter darah dalam satu
kali pemeriksaan, layar monitor cukup lebar, korasi hasil mudah dievaluasi
karena alat dapat dikontrol akurasinya. Parameter yang secara manual tdiak
dapat diukur (misalnya volume sel) dengan menggunakan alat automatic akan mudah
dihitung.
BAB
V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Automatic hematology analyzer dirancang
sebagai alat yang memiliki akurasi hasil yang mudah dievaluasi karena akurasi
dan persisnya bisa dikontrol, jumlah sel yang dihitung lebih banyak dan
pembacaan sampel pemeriksaan hanya memerlukan waktu yang singkat sampai pada
hasil yang diinginkan dibandingkan dengan metode manual.
B.
Saran
Diharapkan untuk praktikum selanjutnya yaitu
diharuskan agar praktikan memahami praktium yang akan dilakukan dengan cara
kerjanya. Praktikan harus mentaati peraturan dan selalu menggunakan APD pada
saat bekerja dilaboratorium.
DAFTAR
PUSTAKA
Bakta Made, 2017, Hematologi klinik
ringkas, Jakarta, EGC.
D.A
Swastini dkk, 2016, Pemeriksaan Golongan Darah Dan Rhesus Pelajar Kelas 5
dan 6 Sekolah Dasar Didesa Taro Kecamatan Tegallalang Gianyar, Universitas
Udayana Surabaya, Jurnal Udayana Mangabdi, Vol.15, No.1
Febiyanti
Nadila dkk, 2013, Perbandingan pemeriksaan kadar hemoglobin dengan
menggunakan Metode Sahli dan Autoanalyzer pada orang normal, Bandung,
FKUKM.
Khila Novi, 2018, Mengenali Sel-sel
Darah dan Kelainan Darah. M Kiswari Rukman, 2014, Hematologi &
Transfusi, Erlangga.
Maharani
Ratih Dewi dkk, 2017, Perbedaan hitung jumlah trombosit metode impendansi
langsung dan Barbara Brown, Semarang, FIKKUM.
Oktari
Anita dkk, 2016, Pemeriksaan Golongan Darah Sistem ABO Metode Slide Dengan
Reagen Serum Golongan Darah A, B, O, Bandung, Jurnal Teknologi
Laboratorium, Vol.5,No.2
Oktiyani Neni dkk, 2017, Akurasi Hitung Jumlah
Eritrosit Metode Manual dan Metode Otomatis, Banjarmasin, MLTJ. Vol.3, No.2
Damayani Satya dkk, 2016, Perbedaan Hasil
Pemeriksaan Jumlah Leukosit Antara Metode Manual Improved Neubauer dengan
Metode Automatic Hematology Analyzer, Kendari, Jurnal Kesehatan Manarang.
Vol.2, No.2
Dr. Bastiansyah Eko, 2008, Panduan Leng kap
Membaca Hasil Tes Kesehatan, Depok, Penebar Plus.
Sugari Ni Wayan dkk, 2014, Perbedaan Hasil Laju
Endap Darah Metode Westergreen dengan Automatik foller 20, Bali, Meditory.
Vol. 2, No.1